Top Menu

Perkembangan Kemampuan Problem Solving Pada Anak yang Penting

Anak-anak nantinya akan tumbuh menjadi dewasa dan pada akhirnya akan menghadapi masalah dalam hidupnya sama halnya seperti orang dewasa. Maka dari itu anda perlu mengasah kemampuan problem solving sejak kecil agar nantinya dapat mengatasi setiap persoalan masalah dengan baik. Keterampilan ini bukan hanya untuk mengatasi masalah sehari-hari namun juga akan membuat anak lebih pintar dan terampil dalam mengerjakan soal-soal sekolah dan mengeksplorasi dunianya.


Keterampilan ini sebenarnya sudah dimiliki oleh anak sejak kecil namun keterampilan setiap anak berbeda-beda pada usianya sehingga harus diasah agar bisa berkembang dengan baik. Keterampilan ini akan bertambah seiring berjalannya waktu apalagi ketika sudah mulai masuk sekolah. Orang tua harus membantu anak mengasah keterampilan ini agar lebih terarah ke hal-hal yang baik.

Problem Solving Anak Sesuai Usianya

·         Usia Batita

Anak usia batita (1-3 tahun) umumnya sudah bisa diajak bermain beberapa permainan seperti petak umpet, cilukba, mewarnai, menyusun puzzle, balok, dan aktivitas lainnya yang berhubungan dengan pemecahan masalah.

Anak usia batita biasanya sudah mulai bermain karena rasa ingin tahunya yang tinggi dan penasaran dengan yang dilakukannya sendiri. Misalnya anak melempar bola atau mainan dan setelah memperhatikan apa yang terjadi, anak menyukainya dan mengulanginya lagi.

Pada anak usia 2 tahun, mereka sudah mulai memecahkan masalah menggunakan daya ingatnya yang sebelumnya sudah pernah terjadi atau dilakukan. Kapasitas daya ingat seseorang akan terus bertambah seiring bertambahnya usia.

Perhatian dan konsentrasi anak yang terus bertambah akan membantu anak mulai memahami keberadaan benda dan berusaha mengambil benda tersebut. Maka dari itu orang tua harus mengawasi anak dan tidak membiarkan benda-benda yang berbahaya bagi anak ada disekitarnya. Biarkan anak mengeksplorasi sekitarnya namun tetap mengawasinya. Anak mulai bermain dengan imajinasinya seperti bermain boneka, mobil-mobilan, masak-masak, dan lainnya.

·         Usia Balita

Pada usia balita (3-4 tahun), ajarkan anak mengenal angka 1-10. Anda bisa membantu mengasah kemampuan anak dengan bermain game yang menuntut anak menyusun benda sesuai jumlah, ukuran, maupun berat. Ajarkan konsep pembagian misalnya 1 buah apel jika dibagi akan menjadi ½ buah apel yang sama besar.

Pada tahap ini anak bisa saja mengalami rasa kesal dan frustasi karena tidak mendapatkan solusi dari permasalahan yang dialami yang mungkin saja malah meninggalkan mainannya ataupun akan tetap terus bermain dengan rasa kesal.

Pada saat ini sebaiknya orang tua membantu anak kemudian berikan kesempatan sekali lagi. Apabila anak sampai menangis dan benar-benar frustasi, orang tua bisa menunjukkan solusi masalahnya agar anak bisa mengamati dan mencontohnya. Jangan lupa untuk memuji anak setelah berhasil menyelesaikan masalah.

·         Usia Prasekolah

Usia prasekolah (5-6 tahun) di mana anak sudah mulai bermain masak-masakan dengan makanan berupa kertas, kotak yang dijadikan mobil-mobilan, menyusun kardus, menyelesaikan puzzle yang lebih sulit, dan permainan yang lebih sulit. Apabila kemampuan mengingat, berkreasi, konsentrasi, dan mengolah informasinya baik maka kemampuan memecahkan masalahnya bisa dibilang baik.

Biarkan anak menyelesaikan masalah dengan cara yang dipikirkannya sendiri agar bisa lebih kreatif karena akan menjadi bekal dalam menyelesaikan soal-soal sekolah nantinya dan juga permasalahan dalam kehidupannya sehari-hari. Ini juga akan membantu anak lebih mandiri dan tidak bergantung dengan orang tua.

Jangan lupa untuk membantu tumbuh kembang anak dan kemampuan problem solving dengan memberikan makanan atau minuman dengan gizi yang seimbang salah satunya yaitu susu Dancow. Susu memiliki peranan penting dalam membantu pertumbuhan anak karena mengandung nutrisi yang dibutuhkan tubuh setiap harinya. Anda bisa memilih susu Dancow sesuai dengan usianya yaitu Dancow 1+, 3+, dan 5+.

Deskripsi : problem solving pada anak berbeda pada setiap umurnya dan dapat diasah agar terus berkembang dan anak dapat memecahkan masalah lebih baik.

Posting Komentar

Designed by OddThemes | Distributed by Gooyaabi Templates